Skip to main content

Proses Pencatatan Akuntansi

PROSES PENCATATAN AKUNTANSI

A. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN JASA

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual layanan (tidak terlihat), namun dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Misalnya, jasa penginapan, jasa pengiriman, jasa servis, jasa pembuatan software, dll. Perusahaan jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan perusahaan dagang ataupun manufaktur. Perusahaan jasa memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Produknya tidak berwujud
  2. Produknya tidak dapat disimpan
  3. Produknya tidak dapat dipisahkan
  4. Tidak ada standar pasti mengenai kualitas jasa karena hal ini tergantun selera, tempat, waktu, dan karakteristik konsumen.

B. PROSES PENCATATAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

JURNAL

Jurnal disebut sebagai buku catatan asli dan merupakan pendahuluan dari transaksi perusahaan setelah terlebih dulu dianalisis (dikelompokan bukti transaksinya). Pencatatan jurnal merupakan pencatatan suatu transaksi dengan memperhatikan sebab-akibat dari suatu transaksi. Pencatatan jurnal sangat memperhatikan suatu keseimbangan nominal pada sisi debit dan kredit. 

Contoh pencatatan jurnal yaitu sebagai berikut:

Pada tanggal 1 Januari 2022, Tuan Malik menyetorkan modal sebesar Rp 10.000.000 berupa uang tunai kedalam usahanya.

Analisis Transaksi

Aset

(Kas)

Ekuitas

(Modal Malik)

Akun yang dipengaruhi

+

+

Pengaruh transaksi

Aset (Kas) bertambah Rp 10.000.000 dan Modal (Modal Malik) bertambah Rp 10.000.000

 

Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

01/01/22

Kas

 

Rp 10.000.000

 

Modal Awal

 

 

Modal

 

Rp 10.000.000

 

Total

Rp 10.000.000

Rp 10.000.000

 

 

Pada tanggal 2 Januari 2022, Tuan Malik membeli peralatan secara tunai Rp 1.000.000

Analisis Transaksi

Aset

(Peralatan)

Aset

(Kas)

Akun yang dipengaruhi

+

-

Pengaruh transaksi

Aset (Peralatan) bertambah Rp 1.000.000, Aset (Kas) berkurang Rp 1.000.000. Uang Tuan Malik berkurang untuk membeli peralatan secara tunai.

 

Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

01/01/22

Peralatan

 

Rp 1.000.000

 

Beli Peralatan

 

 

Kas

 

Rp 1.000.000

 

Total

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000

 

 

Pada tanggal 3 Januari 2022, Tuan Malik membeli peralatan secara kredit Rp 1.000.000

Analisis Transaksi

Aset

(Peralatan)

Liabilitas

(Hutang)

Akun yang dipengaruhi

+

+

Pengaruh transaksi

Aset (Peralatan) bertambah Rp 1.000.000, Liabilitas (Hutang) bertambah Rp 1.000.000. Hutang Tuan Malik bertambah untuk membeli peralatan secara kredit.

 

Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

03/01/22

Peralatan

 

Rp 1.000.000

 

Beli Peralatan

 

 

Hutang

 

Rp 1.000.000

 

Total

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000

 

Pada tanggal 4 Januari 2022, Tuan Malik melunasi hutang atas pembelian peralatan secara kredit Rp 1.000.000 pada tanggal 3 Januari 2022

Analisis Transaksi

Aset

(Kas)

Liabilitas

(Hutang)

Akun yang dipengaruhi

-

-

Pengaruh transaksi

Liabilitas (Hutang) berkurang Rp 1.000.000, Aset (Kas) berkurang Rp 1.000.000. Aset (Kas) Tuan Malik berkurang untuk melunasi Liabilitas (Hutang) Tuan Malik atas pembelian peralatan pada tanggal 03 Januari 2022.


Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut: 

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

01/01/22

Hutang

 

Rp 1.000.000

 

Pelunasan Hutang

 

 

Kas

 

Rp 1.000.000

 

Total

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000


Pada tanggal 5 Januari 2022, Tuan Malik menerima pendapatan jasa pembuatan video Rp 1.000.000

Analisis Transaksi

Aset

(Kas)

Pendapatan

(Pendapatan)

Akun yang dipengaruhi

+

+

Pengaruh transaksi

Aset (Kas) bertambah Rp 1.000.000, Pendapatan (Pendapatan) bertambah Rp 1.000.000. Kas tersebut bertambah dikarenakan adanya pendapatan yang diterima.

 

Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

05/01/22

Kas

 

Rp 1.000.000

 

Menerima Pendapatan

 

 

Pendapatan

 

Rp 1.000.000

 

Total

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000


Pada tanggal 6 Januari 2022, Tuan Malik membayar beban gaji senilai Rp 300.000

Analisis Transaksi

Beban

(Beban Gaji)

Aset

(Kas)

Akun yang dipengaruhi

+

-

Pengaruh transaksi

Beban (Beban Gaji) bertambah Rp 300.000, Aset (Kas) berkurang Rp 300.000. Kas tersebut berkurang dikarenakan untuk membayar beban gaji.

 

Pencatatan jurnalnya yaitu sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

05/01/22

Beban Gaji

 

Rp 300.000

 

Membayar beban gaji

 

 

Kas

 

Rp 300.000

 

Total

Rp 300.000

Rp 300.000


Pada tanggal 7 Januari 2022, Tuan Malik menerima tagihan beban iklan yang ditayangkan pada tanggal 01 Januari 2022 senilai Rp 200.000. Tuan Malik membayar Rp 100.000, sisanya dibayar bulan depan.

Analisis Transaksi

Beban

(Beban Iklan)

Aset

(Kas)

Liabilitas

(Hutang)

Akun yang dipengaruhi

+

-

+

Pengaruh transaksi

Beban (Beban Iklan) bertambah Rp 200.000, Aset (Kas) berkurang Rp 100.000, dan Liabilitas (Hutang) bertambah Rp 100.000. Kas tersebut berkurang dikarenakan untuk membayar beban gaji, sedangkan karena sisanya belum terbayar maka dicatat sebagai penambahan hutang.

 

Pencatatan jurnalnya yaitu sebagai berikut:

Tanggal

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Keterangan

05/01/22

Beban Iklan

 

Rp 200.000

 

Membayar beban iklan, sisanya kredit

 

 

Kas

 

Rp 100.000

 

 

 

Hutang

 

Rp 100.000

 

Total

Rp 200.000

Rp 200.000


BUKU BESAR
Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun yang satu sama lain saling berhubungan secara sistematis. Akun buku besar adalah suatu formulir tempat mencatat perubahan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban akibat transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Dalam hal ini, setelah proses pencatatan jurnal, maka terdapat proses posting ke buku besar. Langkah posting buku besar adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan buku besar yang dibutuhkan
  2. Catat tanggal bulan dan tahun pada sisi yang bersesuaian
  3. Catat data ayat jurnal pada sisi yang sesuai (debit/kredit)

Sesuai dengan transaksi yang terjadi pada sub-bab jurnal, berikut akun akun yang digunakan:

  • Kas
  • Peralatan
  • Hutang
  • Modal
  • Pendapatan
  • Beban Gaji
  • Beban Iklan

Langkahnya adalah buatlah format buku besar dan postinglah ke buku besar sesuai dengan urutan transaksi per jurnal

Akun : Kas

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

01/01/22

02/01/22

04/01/22

05/01/22

06/01/22

07/01/22

Modal Awal

Beli Peralatan Tunai

Pelunasan Pembelian Peralatan 03/01/22

Menerima Pendapatan Jasa

Membayar Beban Gaji

Membayar Beban Iklan Sebagian

 Rp 10.000.000



Rp 1.000.000

 

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000


Rp 300.000

Rp 100.000

Total

 Rp 11.000.000

 Rp 2.400.000

Saldo

 Rp 8.600.000



Akun : Peralatan

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

02/01/22

03/01/22

Beli Peralatan Tunai

Beli Peralatan Kredit

 Rp 1.000.000

Rp 1.000.000

 

Total

 Rp 2.000.000

 Rp 0

Saldo

 Rp 2.000.000


Akun : Hutang

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

03/01/22

04/01/22

07/01/22

Beli Peralatan Kredit

Pelunasan Pembelian Peralatan 03/01/22

Tagihan Beban Iklan Sebagian

 

Rp 1.000.000

Rp 1.000.000

 

Rp 100.000

Total

Rp 1.000.000

Rp 1.100.000

Saldo

 

Rp 100.000


Akun : Modal

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

01/01/22

Modal Awal

 

Rp 10.000.000

Total

Rp 0

Rp 10.000.000

Saldo

 

Rp 10.000.000


Akun : Pendapatan

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

05/01/22

Menerima Pendapatan Jasa

 

Rp 1.000.000

Total

Rp 0

Rp 1.000.000

Saldo

 

Rp 1.000.000


Akun : Beban Gaji

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

06/01/22

Membayar Beban Gaji

 Rp 300.000

 

Total

 Rp 300.000

 Rp 0

Saldo

 Rp 300.000


Akun : Beban Iklan

Tanggal

Uraian

Debit

Kredit

 07/01/22

 Tagihan Beban Iklan Sebagian

 Rp 200.000

 

Total

 Rp 200.000

 Rp 0

Saldo

 Rp 200.000


C. PROSES PENGIKHTISARAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
KERTAS KERJA
Kertas kerja disebut neraca lajur. Fungsinya sebagai konsep untuk menyusun laporan keuangan. Sifatnya tidak harus seandainya perusahaan mampu tersistem secara otomatis untuk menciptakan laporan keuangan (komputerisasi). Berikut ini merupakan contoh, format, dan proses untuk membuat kertas kerja atas transaksi diatas.

Yang pertama, postinglah saldo akhir dari setiap buku besar ke dalam neraca lajur seperti dibawah ini sesuai dengan posisi debit atau kreditnya. 

Akun

Neraca Saldo

Laba Rugi

Neraca

 

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Kas

8.600.000

 

 

 

 

 

Peralatan

2.000.000

 

 

 

 

 

Hutang

 

100.000

 

 

 

 

Modal

 

10.000.000

 

 

 

 

Pendapatan

 

1.000.000

 

 

 

 

Beban Gaji

300.000

 

 

 

 

 

Beban Iklan

200.000

 

 

 

 

 

 

11.100.000

11.100.000

 

 

 

 

Laba

 

 

 

 

 

 

 

 


Yang kedua, posisikan nominal pada neraca saldo kedalam laba rugi atau neraca.

Akun

Neraca Saldo

Laba Rugi

Neraca

 

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Kas

8.600.000

 

 

 

8.600.000

 

Peralatan

2.000.000

 

 

 

2.000.000

 

Hutang

 

100.000

 

 

 

100.000

Modal

 

10.000.000

 

 

 

10.000.000

Pendapatan

 

1.000.000

 

1.000.000

 

 

Beban Gaji

300.000

 

300.000

 

 

 

Beban Iklan

200.000

 

200.000

 

 

 

 

11.100.000

11.100.000

500.000

1.000.000

10.600.000

10.100.000

Laba / Rugi

500.000

Kredit - Debit 

Debit - Kredit 

500.000

 Total

1.000.000

1.000.000

10.600.000

10.600.000


Tabel diatas menunjukan bahwa dari akun kas hingga modal merupakan elemen pada laporan keuangan neraca, sedangkan akun pendapatan hingga beban iklan masuk pada elemen laporan keuangan laba/rugi. Pada sisi bawah terdapat Laba/Rugi dimana untuk sisi laporan keuangan laba rugi dihasilkan dari sisi kredit dikurangi dengan sisi debit, sedangkan sisi laporan keuangan neraca dihasilkan dari sisi debit dikurangi dengan sisi kredit. Setelah diketahui masing-masing jumlah dari laba rugi, keduanya menjadi penambah sisi debit atau kredit yang kurang. Sehingga dalam kolom total, pada masing-masing laporan akan terlihat jumlah yang sama.

D. PROSES PELAPORAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukan pendapatan yang diterima dan beban yang dikeluarkan suatu perusahaan selama satu periode tertentu. Menyusun laporan laba rugi dari kertas kerja lebih mudah karena data keuangan sudah dikelompokan sesuai dengan komponen laporan keuangan yang akan disusun. Berikut ini merupakan contoh, format, dan proses penyusunan laporan laba rugi:

Yang pertama, susunlah format seperti dibawah ini

Laporan Laba Rugi

Tuan Malik

Untuk periode 31 Januari 2022

Pendapatan

 

 

Beban

 

 

Beban Gaji

 

 

Beban Iklan

 

 

Laba Bersih


Lalu postinglah angka yang tertera pada kertas kerja kedalam format laporan laba rugi tersebut seperti dibawah ini.

Laporan Laba Rugi

Tuan Malik

Untuk periode 31 Januari 2022

Pendapatan

 

Rp 1.000.000

Beban

 

Rp 500.000

Beban Gaji

Rp 300.000

 

Beban Iklan

Rp 200.000

 

Laba Bersih

Rp 500.000


Terlihat bahwa pendapatan Tuan Malik adalah Rp 1.000.000, sedangkan total beban yang harus ditanggung oleh Tuan Malik adalah Rp 500.000. Laporan laba rugi tersebut menunjukan bahwa nominal pendapatan dikurangi total nominal beban akan menghasilkan laba sebesar Rp 500.000. Jadi keuntungan usaha Tuan Malik untuk periode 31 Januari 2022 adalah Rp 500.000.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan keuangan yang menunjukan perubahan modal suatu perusahaan dalam satu periode tertentu. Komponen laporan perubahan ekuitas adalah modal dan laba bersih. Laporan perubahan ekuitas Tuan Malik per 31 Januari 2022 adalah sebagai berikut:

Laporan Perubahan Ekuitas

Tuan Malik

Untuk periode 31 Januari 2022

Ekuitas (Modal) Awal

 

Rp 10.000.000

Laba Bersih

Rp 500.000

+

Ekuitas (Modal) Akhir

 

Rp 10.500.000


LAPORAN NERACA
Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas suatu perusahaan pada saat tertentu. Berikut ini langkah untuk menyusun laporan neraca untuk peristiwa transaksi diatas:

Yang pertama, buatlah format laporan neraca seperti dibawah ini.

Laporan Neraca

Tuan Malik

Untuk periode 31 Januari 2022

Aset

Liabilitas

Kas

 

Hutang

 

Peralatan

 

Ekuitas

 

 

Modal

 

Total Aset

 

Total Liabilitas dan Modal


Lalu postinglah angka yang terdapat pada kertas kerja bagian neraca disesuaikan dengan posisi format yang telah dibuat. Khusus akun modal diperoleh dari hasil akhir laporan perubahan ekuitas. Berikut ini laporan neraca Tuan Malik per 31 Januari 2022.

Laporan Neraca

Tuan Malik

Untuk periode 31 Januari 2022

Aset

Liabilitas

Kas

Rp 8.600.000

Hutang

Rp 100.000

Peralatan

Rp 2.000.000

Ekuitas

 

 

Modal

Rp 10.500.000

Total Aset

Rp 10.600.000

Total Liabilitas dan Modal

Rp 10.600.000


Menurut tabel diatas, total aset yang dimiliki adalah Rp 10.600.000, hutang Rp 100.000, dan modal Rp 10.500.000. Jika melihat kolom paling bawah, jumlah aset sama dengan jumlah liabilitas dan modal. Laporan diatas sudah benar dikarenakan Total Aset = Total Liabilitas + Total Ekuitas.

E. LATIHAN SOAL
  1. Tuan As'ad mendirikan usaha salon kecantikan dengan nama Salon As'ad, ia menyetorkan uangnya sebagai modal awal Rp 100.000.000. Jurnal yang dibuat adalah...
  2. Salon As'ad membeli meja rias, kursi, dan lemari senilai Rp 10.000.000 dibayar Rp 5.000.000 sisanya akan dibayar bulan depan. Maka jurnalnya adalah...
  3. Salon As'ad menerima tagihan iklan sebesar Rp 1.000.000 dibayar secara tunai seluruhnya. Maka jurnalnya adalah...
  4. Tuan As'ad menerima pendapatan jasa salon Rp 20.000.000 secara tunai. Jurnal yang dibuat adalah...
  5. Tuliskan mekanisme debit dan kredit pada akun dibawah ini

Nama Akun

Bertambah

Berkurang

Kas

 

 

Tanah

 

 

Hutang Gaji

 

 

Modal

 

 

Pendapatan

 

 

Beban Iklan

 

 

Beban Listrik

 

 

Beban Gaji

 


F. LATIHAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Buatlah jurnal hingga laporan keuangan atas transaksi dibawah ini! Deadline pengumpulan latihan pada jam 17.00 WIB diunggah melalui email ke pryoft@gmail.com, dengan subyek email LATIHAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI_NAMA LENGKAP. Latihan dikerjakan di Microsoft Excel.

  1. Tuan Mustofa menyetorkan modal ke dalam usahanya Rp 20.000.000 berupa uang tunai.
  2. Tuan Mustofa menyetorkan laptop dan peralatan lainnya ke dalam usahanya senilai Rp 7.000.000.
  3. Tuan Mustofa membayar tagihan promosi usahanya Rp 200.000.
  4. Tuan Mustofa menyervis peralatan usahanya senilai Rp 100.000.
  5. Tuan Mustofa menerima uang atas pendapatan Rp 1.000.000.
  6. Tuan Mustofa menerima pendapatan Rp 1.000.000, namun uang akan diterima periode selanjutnya.
  7. Tuan Mustofa membayar biaya jasa kepada pihak lain senilai Rp 600.000
  8. Tuan Mustofa membeli peralatan Rp 500.000 secara kredit.
  9. Tuan Mustofa menerima pasokan modal dari Tuan Ardi Rp 20.000.000 berupa uang tunai. Komposisi kepemilikan modal perusahaan saat ini Tuan Ardi 50% dan Tuan Mustofa 50%.
  10. Tuan Mustofa membeli perlengkapan administrasi senilai Rp 100.000


Last modified: Monday, 21 November 2022, 8:44 AM