Skip to main content

Day 11 - Sistem Produksi

Sistem Produksi


Definisi Sistem Produksi

  • Sistem berasal dari bahasa latin (systema) adalah satu kesatuan/gabungan dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan.
  • Produksi adalah kegiatan untuk mentransformasi input menjadi output sehingga mampu menghasilkan barang/jasa yang memiliki nilai tambah.
  • Sistem Produksi adalah suatu gabungan dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menghasilkan barang/ jasa yang memiliki nilai tambah.


Sistem Produksi

sistem produksi

Proses Produksi

  • Bahan baku dan bahan penolong yang telah dibeli harus disimpan digudang. Selanjutnya, bila bahan – bahan tersebut harus diolah, berarti bahan – bahan tesebut harus dikeluarkan dari gudang untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin – mesin produksi. Melalui proses pengolahan itu, bahan – bahan menjadi barang setengah jadi atau langsung menjadi barang jadi. Proses tersebut dapat digambarkan seperti pada gambar dibawah ini.
  • Proses Produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi/ menghasilkan barang atau jasa.
  • Contohnya:
    • Proses produksi pakaian yaitu membuat pola, memotong, menjahit, pewarnaan dll.

Hubungan antara sistem produksi dan proses produksi dimana sistem produksi adalah kegiatan yang dapat menghasilkan barang atau jasa sedeangkan proses produksi adalah tahapan - tahapan yang harus dilewati dalam produksi dan masuk ke dalam sistem produksi


sispro 2
Dari gambaran diatas dapat dibayangkan apa yang terjadi jika bahan baku dan bahan penolong digudang habis. Tentu saja proses produksi dapat terhenti yang berarti kerugian untuk perusahaan.

Line balancing yaitu suatu metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam serangkaian stasiun kerja dalam suatu lintasan produksi sehingga setiap stasiun kerja yang ditangani oleh seorang atau lebih operator memiliki waktu kerja (beban kerja) yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut.


Layout Produksi

Pada proses produksi ada 3 jenis Layout atau tata letak yang sering di temukan pada proses produksi yaitu :

  • Line Layout (Product Oriented)
  • Functional Layout (Process Oriented)
  • Group Layout (Family Oriented)

Line Layout (Product Oriented)

line layout

Line layout, digunakan dalam industri proses sederhana, dalam perakitan atau assy yang terus menerus, dan untuk produksi masal dan produk atau komponen yang dibutuhkan dalam jumah yang sangat besar.


Functional Layout (Process Oriented)

functional layout

Dalam tata letak fungsional, semua mesin dengan tipe yang sama diletakkan bersama di bagian yang sama di bawah tenaga ahli yang sama. setiap tenaga ahli atau supervisi dan tim pekerjannya berspesialisasi dalam satu proses dan bekerja secra independen. Jenis layou ini didasarkan pada spesialisasi proses.


Group Layout (Family Oriented)

group layout

Dalam tata letak kelompok (group) , masing-masing tenga ahli atau supervisi dan timnya, mengkhususkan diri dalam produksi satu kelompok bagian, dan bekerja sama dalam penyelesaiaan proses produksi secara bersama. Jenis tata letak ini didasarkan pada spesialisasi komponen.

Functional vs Group Layout

f vs g


Proses Produksi

Pola aliran dalam Proses Produksi

Aliran meliputi aliran material, informasi dan manusia di antara departemen. Suatu perencanaan aliran yang efektif adalah kombinasi antara aliran dengan aisle yang mencukupi untuk memperoleh pergerakan yang baik dari tempat asal ke tempat yang dituju. Pola ini merupakan pola aliran yang digunakan untuk pengaturan aliran material dalam proses produksi yang dibedakan yaitu :

  • Straight Line
  • Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)
  • U - Shape
  • Circular
  • Odd Angle

Straight Line

Straight Line

Pola aliran ini berdasarkan garis lurus yang digunakan jika proses produksi berlangsung singkat, relatif sederhana, dan hanya mengandung sedikit komponen atau beberapa peralatan produksi.

Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)


zig-zag S shape

Pola aliran ini diterapkan jika lintasan lebih panjang dibandingkan dengan luasan area yang tersedia. Aliran material akan dibelokkan untuk menambah panjangnya garis aliran yang ada dan secara ekonomi. Hal ini akan dapat mengatasi segala keterbatasan area dan ukuran bangunan pabrik yang ada.

U-Shape


u shape

Pola aliran ini diterapkan jika akhir proses produksi berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. Hal ini akan mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik.

Circular

circular

Pola aliran ini dapat diterapkan jika diharapkan untuk mengembalikan material produk pada titik awal aliran produksi berlangsung. Hal ini juga baik digunakan apabila departemen penerimaan dan pengiriman material atau produk jadi direncanakan untuk berada pada lokasi yang sama dalam pabrik bersangkutan.

Odd Angle

Odd AnglePola aliran ini tidak begitu dikenal dibandingkan dengan pola-pola aliran yang lain. Odd Angle memberikan lintasan pendek dan terutama akan terasa manfaatnya untuk area yang kecil. Pola ini sangat baik digunakan untuk kondis - kondisi seperti :
  • Apabila tujuan utamanya adalah untuk memperoleh garis aliran yang pendek di antara suatu kelompok kerja dari area yang saling berkaitan.
  • Apabila proses material handling dilaksanakan secara mekanis.
  • Apabila keterbatasan ruangan menyebabkan pola aliran yang lain terpaksa tidak dapat diterapkan.
  • Apabila dikehendaki adanya pola aliran yang tetap dari fasilitas-fasilitas produksi yang ada.

Faktor yang mempengaruhi Pola aliran dalam Proses Produksi

Menentukan tipe tata letak yang tepat dan sesuai akan menjadikan efisiensi proses produksi manufaktur untuk jangka waktu yang cukup panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tata letak ataupun aliran proses diantaranya sebagai berikut.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi atau Macam Proses (Process Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode penempatan peralatan produksi dan mesin yang mempunyai tipe sama ke dalam satu departemen. Mesin-mesin ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis produk.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi (Product Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode pengaturan penempatan semua fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam departemen tertentu berdasarkan urutan proses dari suatu produk.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kelompok Produk (Cellular Layout/ GT Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode untuk mengelompokkan komponen yang tidak sama ke dalam 1 kelompok berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau peralatan yang dipakai. Pengelompokan tidak didasarkan kesamaan penggunaan akhir, melainkan ditempatkan dalam suatu manufacturing cell.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Lokasi Material Tetap (Fixed Material & Position Layout)

Jenis tata letak ini menerapkan bahwa material atau komponen produk utama tetap pada lokasinya, sedangkan fasilitas produksi seperti mesin, manusia dan komponen pendukung lainnya yang bergerak menuju ke lokasi komponen utama.

Sistem Produksi Just In Time

  • Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen.

  • Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost.

  • Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia, dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya
  • Just In Time (JIT) adalah filofosi manufakturing untuk menghilangkan pemborosan waktu dalam total prosesnya mulai dari proses pembelian sampai proses distribusi. Fujio Cho dari Toyota mendefinisikan pemborosan (waste) sebagai: Segala sesuatu yang berlebih, di luar kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat, dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk. Kemudian diperoleh rumusan yang lebih sederhana pengertian pemborosan: Kalau sesuatu tidak memberi nilai tambah itulah pemborosan.

Elemen - elemen Just In Time

  • Pengurangan waktu set up
  • Aliran produksi lancar (layout)
  • Produksi tanpa kerusakan mesin
  • Produksi tanpa cacat
  • Peranan operator
  • Hubungan yang harmonis dengan pemasok
  • Penjadwalan produksi stabil dan terkendali
  • Sistem Kanban

Terdapat empat konsep pokok yang harus dipenuhi dalam melaksanakan Just In Time (JIT):

  1. Produksi Just In Time (JIT), adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan.
  2. Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya.
  3. Tenaga kerja fleksibel, maksudnya adalah mengubah-ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi permintaan.
  4. Berpikir kreatif dan menampung saran-saran karyawan


Last modified: Thursday, 11 August 2022, 11:10 AM