Skip to main content

Day 15 - Wastelogy

Waste Process


Introduction 

Apakah yang dimaksud dengan Sistem Produksi JIT (Just In Time)?

Ada orang yang mengatakan bahwa Just In Time artinya membuat sesuai dengan apa yang dibutuhkan, hanya yang dibutuhkan, dan hanya sesuai jumlah yang dibutuhkan” hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut setidaknya memiliki pemahaman intelektual dari system produksi Just In Time.

Di sisi lain, jika ada orang yang merespon “bahwa Just In Time adalah penghapusan total waste” hal ini dapat diketahui bahwa mungkin orang tersebut memahami secara fisik maupun intelektual tentang Just In Time. Sistem produksi Just In Time juga dapat diartikan sebagai sebuah filosofi yang mencari titik kebenaran dari kegiatan perbaikan dan kegiatan manufaktur dapat terjalin sepenuhnya.

Hanya orang – orang yang telah mempelajari secara fisik tentang sIstem produksi Just In Time yang dapat menjawab dengan benar “ kenapa kita harus membuat apa yang kita butuhkan, tepat saat dibutuhkan dan sesuai jumlah yang dibutuhkan”

Banyak yang akan menjawab bahwa agar menjadi lebih baik, menanggapi kebutuhan dari konsumen atau untuk mengurangi persediaan. Aliran dari pabrik lah yang membawa waste ke permukaan, dimana kita harus menerapkan Teknik Just In Time untuk benar – benar menghilangkan Waste/Pemborosan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Just In Time adalah Teknik/Sistem untuk membuang Waste.

Waste / Pemborosan 

Waste dapat diartikan sebagai kehilangan atau kerugian berbagai sumber daya, yaitu material, waktu (yang berkaitan dengan tenaga kerja dan peralatan) dan modal, yang diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan yang membutuhkan biaya secara langsung maupun tidak langsung tetapi tidak menambah nilai kepada produk akhir bagi pihak pengguna jasa konstruksi. 

Waste dapat juga digambarkan sebagai segala aktifitas manusia yang menyerap sumber daya dalam jumlah tertentu tetapi tidak menghasilkan nilai tambah, seperti kesalahan yang membutuhkan pembetulan, hasil produksi yang tidak diinginkan oleh pengguna, proses atau pengolahan yang tidak perlu, pergerakan tenaga kerja yang tidak berguna dan menunggu hasil akhir dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.

Penyebab Waste

Setiap orang, memiliki pengertian yang berbeda mengenai waste. Defenisi umum dari waste adalah “yang tidak bermanfaat adalah mubazir” atau “apapun yang tidak berkontribusi pada profitabilitas adalah waste. Setelah mengetahui pengertian dari waste sebelumnya, maka saat ini waste menjadi terlihat dan mudah untuk diketahui seperti apa waste itu. Waste bisa terjadi karena beberapa orang yang masih belum menyadari pengertian dari waste. Misalnya suatu produk dasi. Bisa saja saya mengganggap bahwa dasi tidak memiliki nilai guna dan tujuan untuk saya. Namun di sisi lain ada orang yang mengganggap dasi memiliki nilai guna dan tujuan. Contoh lain di lini produksi adalah persediaan produk. Ketika permintaan konsumen terhadap produk tersebut tinggi maka persediaan yang ada di pabrik akan sangat berguna dan memiliki nilai, namun ketika permintaan konsumen sedikit, maka persediaan yang ada di pabrik bisa menjadi Pemborosan/Waste. Dari beberapa contoh ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi nya waste disebabkan kurangnya pemahaman tentang Waste. Sehingga, perlu untuk dipahami tipe -tipe dari Waste. 

Pemborosan yang biasa terjadi di berbagai Departemen Pabrik 

Manufacture

Ketika orang lain tidak sedang bekerja/sibuk, maka saya menggunakannya dijalur saya saat ini. Ketika tidak ada tempat untuk meletakkan barang – barang, maka diletakkan dibawah sana/ tempat yang tepat untuk saat ini. Ketika proses produksi menghasilkan beberapa cacat, maka tingkatkan output saat ini untuk memastikan pabrik memproduksi cukup baik.

Conveyance

Ketika barang berat, maka gunakan forklift untuk saat ini Untuk saat ini, sebaiknya kita menghitungkan produk yang akan dibuat sehingga kita memiliki jumlah yang tepat.

Ispection

Ketika Menerima teralu banyak keluhan akan kualitas, maka mari menambahkan lebih banyak pemeriksa kualitas untuk saat ini. Kita perlu untuk mengursangi jumlah barang yang cacat, dengan cara menyusun beberapa grafik pareto untuk saat ini.

Equipment

Kita perlu untuk meningkatkan output kita, jadi mari kita gunakan mesin yang lain untuk menambah output. Terjadi kerusakan mesin dalam waktu produksi, maka kita memanggil beberapa orang ahli untuk memperbaiki mesin untuk sementara waktu.

Control / Management

Jadwal produksi untuk bulan depan belum diputuskan, maka saat ini kita lakukan/kerjakan tugas bulan ini kembali. Kita mengalami banyak sekali keterlambatan dalam pengiriman, sebaiknya kita membuat daftar untuk bisa melacak pengiriman tersebut saat ini.


7 Waste / Pemborosan

1. Transportation

This type of waste is when you move resources (materials), and the movement doesn’t add value to the product. Excessive movement of materials can be costly to your business and cause damage to quality. Often, transportation may force you to pay additionally for time, space, and machinery.

2. Inventory

Excessive inventory is often the result of a company holding “just in case” inventories. In such cases, companies overstock themselves in order to meet unexpected demand, protect from production delays, low quality, or other problems. However, these excessive inventories often don’t meet customer’s needs and don’t add value. They only increase storage and depreciation costs.

3. Motion

This kind of waste includes movements of employees (or machinery), which are complicated and unnecessary. They can cause injuries, extended production time, and more. In other words, do whatever is necessary to arrange a process where workers need to do as little as possible to finish their job.

4. Waiting

This is probably the easiest waste you can recognize. Whenever goods or tasks are not moving, the "waiting waste" occurs. It is easily identifiable because lost time is the most obvious thing you can detect. For example, goods waiting to be delivered, equipment waiting to be fixed, or a document waiting for executives' approval.

5. Overproduction

Keeping in mind that waste is anything that the customer is unwilling to pay for, it is easy to realize why overproduction is Muda. Producing more means that you exceed customer’s demand, which leads to additional costs. Actually, overproduction triggers the other 6 wastes to appear. The reason is that excess products or tasks require additional transportation, excessive motion, greater waiting time, and so on. Furthermore, if occasionally a defect appears during overproduction, it means your team will need to rework more units.

6. Over-processing

This type of waste usually reflects on doing work that doesn’t bring additional value, or it brings more value than required. Such things can be adding extra features to a given product that nobody will use, but they increase your business costs. For example, if a car manufacturer decides to put a TV screen in the back trunk of a vehicle, probably nobody will use it or find value in it. Even more, it will cost resources, and it will increase the end price of the product for something that customers are not willing to pay for.

7. Defects

Defects can cause rework, or even worse, they can lead to scrap. Usually, defective work should go back to production again, which costs valuable time. Moreover, in some cases, an extra reworking area is required, which comes with additional exploitation of labor and tools. As you can see, the 7 types of waste are toxic to your business. However, you can see them more as an opportunity to improve work processes and, most importantly, optimize resources. For different businesses, the 7 forms of waste may have different aspects.

Menemukan waste berdasarkan back-door definition


Memunculkan Latent Waste 

One-piece flow adalah sistem produksi yang bertujuan untuk mengurangi slot produksi dengan menyelesaikan pekerjaan satu demi satu.

Kemudian, kapan waste bisa muncul ?

Ketika ada aliran terhenti. Dapat berupa downtime, waiting time, work-in-process yang tidak memiliki value added.

Analisis Identifikasi Waste

Analisis waste melibatkan mengidentifikasi, mengukur, menghilangkan, dan mencegah pemborosan di lingkungan. Banyak metode Lean berfokus untuk terus mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan ini untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas pada proses yang ada.

Pendekatan induktif yang secara andal mengarah pada efisiensi yang lebih tinggi.

1 Arrow Diagrams 


Diagram Panah (Arrow Diagram) menunjukkan urutan tugas-tugas yang diperlukan dalam suatu perencanaan jadwal, dan potensi dan sumber daya penjadwalan masalah dan solusi mereka.


2 Operations Analysis Table 




Tabel analisis operasi adalah alat analisis yang membantu kita memunculkan waste yang melekat dalam operasi pekerja ke permukaan. Untuk mengisi tabel analisis operasi, tulis tindakan operator dalam urutan pelaksanaannya.

3 Standard Operations  

Metode untuk menemukan kombinasi operasional yang paling efisien dari aspek orang, barang, dan mesin untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya rendah secara aman. Untuk menentukan standar operation dapat menggunakan bagan kombinasi untuk menemukan pemborosan dalam kombinasi orang, barang, dan mesin saat ini, dan kemudian dapat melakukan perbaikan untuk mewujudkan kombinasi yang lebih efisien (pengurangan waktu siklus).

4 Waste-Finding Checklists



Waste finding checklist adalah tools yang digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan apa saja yang terjadi pada lantai produksi. Mencari bentuk pemborosan yang detail dan halus yang mengintai dalam setiap proses.

Penyebab Waste

Terdapat 5 hal utama dalam menghilangkan “waste”

  1. Sikap dasar untuk menghilangkan waste
  2. Menghilangkan waste dari pergerakan barang
  3. Menghilangkan waste dari tindakan manusia
  4. Menghilangkan waste dari pergerakan mesin
  5. Menghilangkan waste dari kombinasi orang, barang, dan mesin


  1. Sikap dasar untuk menghilangkan waste 

  • Problem di status quo

Resistance >> “Jika kami melakukannya dengan caramu, kami tidak akan pernah bisa menghasilkan cukup!

Intimidation >> “Oke, tapi kamu yang harus disalahkan jika ada apakah ada yang cacat!”

  • Argumentasi yang diberikan

  1. Di perusahaan manufaktur elektronik rumah: “Ya, saya tidak terkejut JIT bekerja di Toyota. Tapi saya khawatir perusahaan ini tidak berada di liga yang sama dengan Toyota.”
  2. Di perusahaan manufaktur peralatan dapur: “JIT cocok untuk pembuat mobil dan lainnya yang melakukan banyak pemrosesan mesin. Itu tidak akan bekerja di pabrik kami yang bekerja terutama dengan bahan kayu alami. ”
  3. Di perusahaan manufaktur peralatan pertanian: “Kami berbeda dari pabrikan lain. Selama musim sibuk, penjualan kami melonjak empat atau lima kali lebih tinggi daripada selama musim sepi.

  • Solusi 


2. Menghilangkan Waste dari Pergerakan Barang

  • Diagram panah adalah alat yang baik untuk menemukan bentuk utama pemborosan dalam pergerakan benda. Mudah dibuat dan membawa waste utama ke permukaan sehingga siapa pun dapat mengenalinya.
  • Urutan limbah utama yang terkait dengan pergerakan barang dimulai dari retensi (Langkah 1) hingga pengangkutan (Langkah 2), tidak ada pada pemrosesan dan inspeksi (Langkah 3 dan 4), kemudian penanganan material (Langkah 5).
  • Membuat diagram panah adalah cara yang baik untuk memfokuskan langkah-langkah retensi dan pengangkutan.



3. Menghilangkan Waste dari Pergerakan Manusia

Prinsip - prinsip yang berkaitan dengan Penggunaan Tubuh

  1. Mulai dan hentikan operasi manual dengan menggunakan kedua tangan sekaligus
  2. Pertahankan gerakan lengan secara bersamaan dan simetris
  3. Minimasi gerakan kaki dan badan
  4. Gunakan gravitasi daripada kekuatan otot-otot
  5. Hindari gerakan yang berbentuk zig-zag atau terlalu berputar
  6. Buatlah ritme dalam pergerakan
  7. Pastikan selalu agar postur tubuh yang mudah dan gerakan yang mudah
  8. Gunakan kaki juga
  9. Simpan semua bahan dan alat di depan dan dekat
  10. Gunakan jenis daya yang murah
  11. Jaga meja kerja dan peralatannya disesuaikan dengan tinggi pekerja.
  12. Buatlah lingkungan kerja senyaman mungkin.

4. Menghilangkan Waste dari Pergerakan Mesin

Prinsip - prinsip yang berkaitan dengan JIG, Alat dan Mesin

  1. Biarkan kaki bekerja juga
  2. Integrasikan fungsi alat untuk meminimalkan berbagai alat.
  3. Semua bahan dan bagian harus mudah diambil.
  4. Semua pegangan dan kenop harus dalam tempat yang nyaman dan dalam bentuk yang mudah digunakan.

5. Menghilangkan Waste dari Kombinasi Manusia, Barang, dan Mesin

  • Pekerjaan dasar menghilangkan pemborosan dari operasi adalah menghilangkan pemborosan dari masing-masing faktor "3M" yang terlibat: manusia, material, dan mesin.

  • Namun, beberapa pemborosan yang termasuk dalam ketiga faktor ini mungkin tidak begitu mudah untuk diidentifikasi. Oleh karena itu, perlu untuk melihat juga bagaimana ketiga faktor tersebut digabungkan sebagai kemungkinan sumber waste lainnya.
  • Operasi Serial

Dalam operasi serial, pekerja dan mesin bergiliran menambah nilai produk. Biasanya, kita mulai dengan operasi standar pekerja dan ketika itu selesai, giliran mesin untuk mulai bekerja.

  • Operasi Pararel

Dalam operasi paralel, pekerja dan mesin bekerja bersama satu sama lain, artinya mereka bekerja bersama untuk menambah nilai. Kadang-kadang pekerja dan mesin dapat bekerja sepenuhnya secara paralel, yang disebut "operasi paralel penuh", dan kadang-kadang pekerja paralel dengan mesin hanya sebagian waktu (biasanya selama operasi standar), yang disebut "partial paralel" operasi."



Cara agar tidak Menciptakan Waste?

1. Standardisasi dan Maintenance 

Standardisasi merupakan hal yang sangat penting bagi pabrik. Mengapa? Terutama karena pabrik dioperasikan oleh sejumlah besar orang, dan jika setiap pekerja dibiarkan dengan metodenya sendiri (atau bahkan interpretasi standarnya sendiri), kualitas produk dan efisiensi produksi pasti akan terganggu.

Maka dari itu, perlu ditetapkan standar yang akan diikuti dengan tepat untuk memastikan

konsistensi dalam kualitas produk dan metodologi manufaktur.

Pengelompokkan jenis standardisasi:

  • Machine;
  • Operation;
  • Control;
  • Procurement

2. Visual control dan auditory control

andon and kanban

3. 5W+1H Sheet

Lembar 5W1H adalah alat yang digunakan untuk menindaklanjuti masalah melalui kontrol visual dan pendengaran. Tindak lanjut berupa terus bertanya “Why?” sampai kita menemukan akar permasalahannya. Kemudian kita bisa bertanya “How?” untuk memperbaiki masalah.

Last modified: Thursday, 11 August 2022, 11:22 AM