Skip to main content

Day 22 - Desain Operasional Built In Quality

Desain Operasional Built In Quality

Menentukan tipe tata letak yang tepat dan sesuai akan menjadikan efisiensi proses produksi manufaktur untuk jangka waktu yang cukup panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tata letak ataupun aliran proses diantaranya sebagai berikut.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi atau Macam Proses (Process Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode penempatan peralatan produksi dan mesin yang mempunyai tipe sama ke dalam satu departemen. Mesin-mesin ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis produk.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi (Product Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode pengaturan penempatan semua fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam departemen tertentu berdasarkan urutan proses dari suatu produk.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kelompok Produk (Cellular Layout/ GT Layout)

Tata letak ini merupakan suatu metode untuk mengelompokkan komponen yang tidak sama ke dalam 1 kelompok berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau peralatan yang dipakai. Pengelompokan tidak didasarkan kesamaan penggunaan akhir, melainkan ditempatkan dalam suatu manufacturing cell.

  • Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Lokasi Material Tetap (Fixed Material & Position Layout)

Jenis tata letak ini menerapkan bahwa material atau komponen produk utama tetap pada lokasinya, sedangkan fasilitas produksi seperti mesin, manusia dan komponen pendukung lainnya yang bergerak menuju ke lokasi komponen utama.

Aliran meliputi aliran material, informasi dan manusia di antara departemen. Suatu perencanaan aliran yang efektif adalah kombinasi antara aliran dengan aisle yang mencukupi untuk memperoleh pergerakan yang baik dari tempat asal ke tempat yang dituju. Pola ini merupakan pola aliran yang digunakan untuk pengaturan aliran material dalam proses produksi yang dibedakan yaitu : 

  • Straight Line
  • Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)
  • U - Shape
  • Circular
  • Odd Angle
1. Straight Line 

4

Pola aliran ini berdasarkan garis lurus yang digunakan jika proses produksi berlangsung singkat, relatif sederhana, dan hanya mengandung sedikit komponen atau beberapa peralatan produksi.

2. Serpentine atau Zig-Zag (S-Shape)

5

Pola aliran ini diterapkan jika lintasan lebih panjang dibandingkan dengan luasan area yang tersedia. Aliran material akan dibelokkan untuk menambah panjangnya garis aliran yang ada dan secara ekonomi. Hal ini akan dapat mengatasi segala keterbatasan area dan ukuran bangunan pabrik yang ada.

3. U-Shape

6

Pola aliran ini diterapkan jika akhir proses produksi berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. Hal ini akan mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik.

4. Circular

7

Pola aliran ini dapat diterapkan jika diharapkan untuk mengembalikan material produk pada titik awal aliran produksi berlangsung. Hal ini juga baik digunakan apabila departemen penerimaan dan pengiriman material atau produk jadi direncanakan untuk berada pada lokasi yang sama dalam pabrik bersangkutan.

5. Odd Angle

8

Pola aliran ini tidak begitu dikenal dibandingkan dengan pola-pola aliran yang lain. Odd Angle memberikan lintasan pendek dan terutama akan terasa manfaatnya untuk area yang kecil. Pola ini sangat baik digunakan untuk kondisi-kondisi seperti

  • Apabila tujuan utamanya adalah untuk memperoleh garis aliran yang pendek di antara suatu kelompok kerja dari area yang saling berkaitan.
  • Apabila proses material handling  dilaksanakan secara mekanis.
  • Apabila keterbatasan ruangan menyebabkan pola aliran yang lain terpaksa tidak dapat diterapkan.
  • Apabila dikehendaki adanya pola aliran yang tetap dari fasilitas-fasilitas produksi yang ada.

Last modified: Thursday, 11 August 2022, 1:52 PM