Skip to main content

Day 28 - Metode Andon

Andon 

Andon adalah sistem notifikasi atau pemberitahuan terkait dibutuhkannya maintenance jika terdapat masalah dalam proses produksi di lini produksi suatu manufaktur. Dengan adanya Andon ini akan memudahkan karyawan dalam melakukan identifikasi lokasi permasalahan dan mempercepat penanganan atau problem solvingnya. Intinya, di dalam Andon itu sendiri terdapat papan yang telah dilengkapi dengan suara dan sinyal lampu. Fungsinya adalah untuk memberi indikasi apakah ada masalah yang terjadi pada workstation ataukah tidak. Operator juga bisa mengaktifkan tanda bahaya secara manual dengan menggunakan tombol bahaya, atau dengan cara otomatis melalui sensor yang telah terpasang di sistem atau alat itu sendiri.

Fungsi sistem andon dalam proses manufakturing itu sendiri meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Sebagai Sinyal Gangguan

  • Akan muncul alarm suara atau suara yang terdapat pada gangguan mesin atau line produksi dengan memberikan sinyal gangguan.
  • Setiap sinyal gangguan yang ada itu tidak sama dengan jenis gangguan itu sendiri.
  • Setiap sinyal gangguan yang dikirimkan ke beberapa bagian berhubungan melalui remote display.
  • Menyimpan seluruh data gangguan yang ada berupa jam selesai yang terdapat pada database, lokasi, jam perbaikan, jenis-jenisnya, serta jam mulainya.
  • Mengolah database gangguan supaya bisa dievaluasi kembali kinerjanya pada setiap mesin yang ada, pada material support, pada line produksi, atau yang terjadi pada bagian maintenencenya.

2. Sebagai Data Produksi

  • Memberikan data mengenai rencana-rencana produksi.
  • Memberikan data mengenai target produksi hingga saat itu yang dihitung pada waktu serta proses kerjanya.
  • Memberikan data mengenai hasil produksi hingga saat itu yang dihitung dari bagian sensor produksinya.
  • Menyimpan seluruh data hasil produksi yang masuk ke dalam database baik hasil akhir dalam hitungan setiap jamnya, maupun hasil akhirnya saja.
  • Mengolah database yang terdapat pada hasil produksi supaya memperoleh angka penurunan/kenaikan di dalam produktivitasnya.


Andon (lampu alarm) menjadi alat yang berguna untuk memperingatkan para supervisor tentang masalah di lantai pabrik. Pada dasarnya, ada empat jenis Andon:

  1. Andon Paging
  2. Andon Darurat
  3. Andon Operasi
  4. Andon Operasi

Andon Paging

  • Digunakan untuk meminta pasokan suku cadang untuk lini produksi.
  • Ketika suku cadang akan habis pada suatu proses, operator mengirimkan sinyal yang menyalakan andon.
  • Ini memberi tahu orang-orang yang mengoperasikan sistem pasokan suku cadang dan mengirimkan suku cadang ke proses operasi tersebut.

Warning Andon (Short Line)

  • Setiap proses di jalur perakitan memiliki tombol panggil darurat.
  • Saat salah satu tombol ini ditekan, papan andon untuk jalur perakitan akan menyala dan menunjukkan bahwa ada ketidaknormalan pada lini tersebut.

Warning Andon (Long Line)


Operation Andon


Menunjukkan status pengoperasian mesin. Ketika mesin telah dihentikan, operasi andon menunjukkan alasan penghentian.

Progress Andon


  • Memungkinkan operator line untuk mengukur kemajuan operasi/ proses produksi yang ada.
  • Biasanya terbagi ke dalam 10 section, namun tujuan utama sebenarnya adalah pembagian tahapan operasional agar lebih relevan.


Relationship between Visual Control and Kaizen


  • Dalam siklus pengembangan produk, visual control hanya memiliki peran sebesar sepertiga dari keseluruhan proses, karena pada dasarnya, visual control hanya membantu untuk memperjelas abnormalitas yang terjadi pada sistem produksi sehingga analisis dan implementasi perbaikan dapat dilakukan sesegera mungkin.
  • Kemudian, untuk bobot dua pertiga sisanya, yang terdiri dari analisis abnormalitas dan mengimplementasi perbaikan, masih harus dilakukan sendiri oleh pekerja di pabrik tersebut.
  • Dapat dilihat bahwa sebenarnya siklus pengembangan sistem produksi tidak akan membuahkan hasil yang baik hanya dengan memasang visual control saja. Akan tetapi, visual control ini, apabila dipahami dan dipelajari sesuai dengan kaidah dan konsep produksi Just-In-Time, dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal pendukung proses analisis dan implementasi perbaikan di tahapan selanjutnya.

Last modified: Thursday, 11 August 2022, 2:00 PM